Pemakaian
pupuk organik untuk pertanian memberikan keutungan-keuntungan ekologis maupun
ekonomis. Bahan organik dalam pupuk berperan penting dalam memperbaiki sifat
fisik, kimia, dan biologis tanah sehingga dapat menjaga dan meningkatkan
kesuburan tanah, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik/kimia.
Pemupukan
organik yang banyak diaplikasikan oleh petani di Indonesia adalah aplikasi
pupuk kandang. Meskipun demikian, penggunaan pupuk kandang belum dapat
meningkatkan kembali produktivitas pertanian padi karena kurangnya perbaikan
struktur dan kesuburan tanah sawah padi.
Struktur
dan kesuburan tanah dapat diperbaiki dengan penggunaan pupuk kompos. Umumnya
pupuk kompos yang dimanfaatkan petani saat ini adalah kompos dari sekam atau
jerami padi, dan sampah organik. Salah satu sumber bahan baku pupuk organik
yang belum banyak dipakai adalah sampah organik.
Potensi
sampah organik, terutama dari daerah perkotaan berpenduduk padat sangat tinggi.
Sebagai ilustrasi, pada kota dengan penduduk 1 juta jiwa, timbunan sampah
kurang lebih setara dengan 500 ton/hari. Data untuk kota Bandung menunjukkan
bahwa sebagian besar sampah dari pemukiman berupa sampah organik, yang
proporsinya dapat mencapai 78 %. Sampah organik ini umumnya bersifat biodegradable,
yaitu dapat terurai menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana oleh aktivitas
mikroorganisme tanah. Penguraian dari sampah organik ini akan menghasilkan
materi yang kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan, sehingga sangat
baik digunakan sebagai pupuk organik.
Sampah
organik dari perumahan dengan volume yang cukup besar dapat dipandang sebagai
sumberdaya hayati yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi
berbagai kegiatan pertanian. Mengingat besarnya volume sampah pemukiman yang
bisa disuplai dari perkotaan, perlu dikaji manfaat dari penggunaan kompos sampah
untuk produksi pertanian padi. Pengujian manfaat pupuk kompos sampah pada padi
menjadi hal yang sangat strategis untuk dilakukan mengingat pentingnya komoditi
ini untuk pemenuhan kebutuhan pangan bagi sebagian besar penduduk Indonesia.
Sumber: Endah Sulistyawati dan Ridwan Nugraha.
2007. Efektivitas Kompos Sampah Perkotaan Sebagai Pupuk Organik dalam
Meningkatkan Produktivitas dan Menurunkan Biaya Produksi Budidaya Padi. Sekolah
Ilmu Dan Teknologi Hayati - Institut Teknologi Bandung.





















